MAKALAH MANJEMEN
KURIKULUM
Konsep Pengembangan Manajemen Kurikulum
Dosen Pembimbing : Drs.Maesaroh,M.A
Disusun oleh:
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
IAINU KEBUMEN
TAHUN AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah –
Nya sehingga penulis dapat melengkapi
tugas “MANAJEMEN KURIKULUM” sesuai
dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Sholawat serta salam senantiasa
kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menghantarkan
kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini.
Kami sebagai
penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini pasti jauh dari
kesempurnaan, akan tetapi usaha yang maksimal dan kerja team yang kompak kami
lakukan untuk terciptanya hasil yang maksimal. Terimakasih kami sampaikan
kepada Drs.Maesaroh.M.A
selaku dosen pengampu dan kepada semua pihak yang telah memberikan
partisipasinya dalam penyusunan makalah
ini, semoga ALLAH SWT senantiasa membalas semua kebaikan yang telah diberikan
kepada kami. Aamiin.
Demikian
yang dapat kami sampaikan. Kritik dan saran untuk perbaikan makalah yang akan
datang selalu kami nantikan, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Kebumen,22 Maret 2017
(
Penulis)
Daftar
isi
PEMBAHASAN
Secara Etimolohis kurikulum berasal dari
bahasa yunani,yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang
berarti tempat pacu.Jadi istilah kurikulum dalam dunia olah raga,pada zaman
romawi kuno di yunani yang mengandung Pengertian suatujarak yang ditempuh dalam
kegiatan berlari mulai dari garis start sampai dari garis finish[1].
Pengertian kurikulum secara Tradisional
Kerikulum adalah mata pelajaran yang diajarkan
sekolah atau bidang studi.Pengertian ini sejalan dengan pengertian webter’s new
word dinoctary yang menyatakan bahwa kurikulum adalah”All The Course Of
Study Given In A Education Institution”yang berarti bahwa kurikulum adalah
semua bidang studi yang diberikan dalam lembaga pendidikan.
Sedangkan pengertian secara Modern
Kurikulum adalah semua pengalaman actual yang
dimiliki siswa di pengaruh sekolah,sementara bidang studi adalah bagian kecil
Progaram kurikulum secara keseluruhan.Hal ini juga diperkuat oleh Saylor dan
Alexander (1958) bahwa Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah dalam
mempengaruhi belajar anak yang berlangsung di dalam kelas,di sekolah ,maupun si
luar sekolah ,maupun diluar sekolah.
Namun juga ada pengertian kurikulum masa kini.
Kurikulum merupakan suatu sistem ,Yaitu ada
tujuan,isi,evaluasidan sebagainya yang saling terkait.Disamping kurikulum
sabagai Giding Intruction ,juga merupakan alat antisipatori,yaitu alat
meramalkan masa depan,bukan hanya sebagai reportial ,yaitu sesuatu yang hanya
melapaotkan sesuatu kejadian yang telah berjalan.[2]
Kurikulum
mempunyai tujuan yaitu
a) Tujuan ang dicapai sekolah secara menyeluruh,
yang berbentuk pengalaman,ketrampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki
siswa.
b) Yujuan yang dicapai dalam setiap bidang
studi,Berbentuk pengalaman ,ketrampilan dan sikap yang diharapkan dapat
memiliki murid setelah mempelajari bidang studi tersebut.
Dalam kurikulum
terdapat suatu standar isi yang harus diterapkan,isi kurikulum(sebgai kurikulum
KBK yangberlaku saat ini )berisi:Pencapai target jelas,materi standar ,standar
hasil belajar siswa ,dan prosedur pelaksanaan pembelajaran.
Strategi
Pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang di tempuh dalam
melaksanakan pengajaran ,cara didalam mengadakan penilian ,cara ini dalam
,elaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta cara mengatur kegiatan sekolah
menyeluruhan.
Pendidikan
adalah sebagaian keperluan manusia.untuk itu sekolahan harus mengetahui
perubahan –perubhan dimasyarakat.karena kurikulum itu sebagai konsumsi peserta
didik maka harus dinilai terus menerus dan menyeluruh terhadap bahan program
pengajaran.Disamping itu penilaian kurikulum dimaksud juga sebagi feed
back(umpan balik)terhadap tujuan metode,sarana,dalam rangka membina dan
menegembangan kurikulum lanjut.[3]
.
Secara praktis
konsep tanggung jawab tentang model dan pradigma pendidikan Islam yang
diharapkan menjadi orientasi dan landasan dalam kurikulum lembaga pendidikan
Islam,Yaitu:
1. Dasar pendidikan ;meletakan pondasi yang kuat
untuk melakukan perubahan sikap dan karakter atau tingkah laku melalui belajar
dan berlatih.
2. Tujuan pendidikan:sebuah idiologi yang ingin
dicapai.tetapi bukan untuk bertujuan mencari finansial,tetapi untuk bertujuan
dunia dan akhirat.namun hakekat sebenarnya pendidikan itu untuk memperbaiki
hubungan manusia dengan tuhan,hubungan manusia dengan manusia dan hubungan
manusia dengan alam sekitar.
3. Konsep manusia ;pendidikan islam memandang
manusia mempunyai fitra yang harus dikembangkan ,tidak seperti pendidikan
sekuler yang memandang manusia dengan Tabularasa,nya.
4.
Nilai;
Pendidikan Islam berorientasi pada iptek sebagai kebenaran relatif dan imtaq
sebagai kebenaran mutlak.Berbeda dengan pendidikan sekuler yang hanya
beroreintasi pada iptek.
Imtaq merupakan
wahana yang akan mengarahkan dunia pendidikan menuju target yang dituju, yakni
menciptakan generasi beriman dan berilmu yang mampu bersaing dan beriman kepada
Allah SWT.
5. Pendekatan dan metodologi
a) Mengembanagkan potensi anak dan peserta didik
dan memenafaatkan kesempatan secara optimal.
b) Menegembangkan metode rasional ,empiris,bottom
up dan “Menjadi”
c) Materi ajaran (nash)harus diberikan secara
dokterin ,dekduktif,top down,dan “memiliki”
d) Memberikan bekal danlandasan yang kuat sampai
dengan tingkat menengah atas yang siap dikembangkan keberbagai keahlian.
6. Materi ajar;memadukan aspek tradisional dan
moderen sesuai dengan sifat ,corak,dan kebutuhan.
7. Pendidik, memiliki tiga hal:
a) Memilki komitmen tinggi ,mengabdi ,dan
merasakan pendidikan sebagai panggilan tugas.
b) Profesional lengkap dengan kepekaan misi dan
ketajaman visi serta kcanggian metodologi.
c) Memilki penghasilan cukup agar benar-benar
memiliki tanggalan 30 hari dalam sebulan .
d) Output:hasil dari pendidikan.
Alumninya :
1. Learning ability lebih lanjut.
2. Kegemaran belajar
3. Mampu tampil beda ,baru dan bernilai tambah.
4. Mampu dan memikirkan perkembangan iptek dalam
persepektif imtaq[4].
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu
sistem pendidikan ,karena kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam melaksanakan pengajaran pada
semua jenis dan tingkat pendidikan[5].
Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan
penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Ada tiga konsep
tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang
studi.
a. Kurikulum sebagai suatu substansi:
Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi
murid-murid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai.
kurikulum ini berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan
belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai
dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun
kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat..
b. Kurikulum sebagai suatu sistem:. kurikulum merupakan
bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat.
Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja
bagaimana cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan
menyempurnakannya. Hasil dari sistem kurikulum ini adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari
sistem kurikulum ini
adalah bagaimana memelihara
kurikulum agar tetap dinamis.
c.
Kurikulum
sebagai suatu bidang studi:. bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli
pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah
mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang
mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum.
Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan,
mereka menemukan hal-hal barn yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi
kurikulum.[6].
Konsep dasar manajemen kurikulum Kurikulum di sekolah merupakan
penentu utama kegiatan sekolah. Segala aktivitas siswa mengacu pada kurikulum
yang ada. Berdasarkan hal tersebut kurikulum harus tepat dirumuskan secara
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum tersebut Program pendidikan/ kurikuler tersebut,
sekolah/ lembaga pendidikan berusaha mendorong siswa agar berkembang dan tumbuh
secara tepat sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Keterlibatan
masyarakatpun ikut andil mengambil bagian penting dalam manajemen kurikulum dimaksudkan
agar dapat memahami, membantu, dan mengontrol implementasi kurikulum, mendesain
kurikulum, menentukan prioritas kurikulum, melaksanakan pembelajaran, menilai
kurikulum, mengendalikan serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum, baik
kepada masyarakat maupun pemerintah[7].
Kurikulum
yang dirumuskan harus sesuai dengan filsafat dan cita-cita bangsa, perkembangan
siswa, tuntutan dan kemajuan masyarakat. Pemahaman tentang konsep dasar
manajemen kurikulum merupakan hal yang penting bagi para kepala sekolah yang
kemudian merupakan modal untuk membuat keputusan dalam implementasi kurikulum
yang akan dilakukan oleh guru.[8]
Manajemen
Kurikulum membicarakan pengorganisasian sumber-sumber yang ada di sekolah
sehingga kegiatan manajemen kurikulum ini dapat dilakukan dengan efektif dan
efisien.
Perkembangan
kurikulum di Republik Indonesia sampai saat ini telah melahirkan Undang-Undang
nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19
tahun 2005 tentang Badan Standar Pendidikan Nasional, disusul dengan
Permendiknas 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, kemudian disusul dengan
Permendiknas 23 tentang Standar Kompetensi Kelulusan dan Undang-Undang nomor 24
tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23.
Pembakuan
Undang-Undang dan Permendiknas itu menjadi kekuatan hukum bagi penyelenggara
pendidikan untuk menata kurikulum dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia
sehingga dengan demikian undang-undang dan peraturan menteri pendidikan
nasional itu perlu dibaca dan dipahami.
PENUTUP
Kesimpulan
Konsep Kurikulum sebagai
berikut;
1.
Sebagai Sistem
adalah ada tujuan ,isi,Evaluasi,dan sebagainya saling terkait.
2.
Sebagai
Guidint Intruction adalah ini juga sebagai
*
alat
antisipatori:alat yang meramalkan masa depan
*
reportal:sesuatu
yang hanya melaporkan suatu kejadia yang telah berjalan.
Jadi kurikulum sesuatu yang sangat menentukan atau
sedikit untuk mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi.Oleh karena itu
kurikulum menunjukan apa yang harus di pelajarioelh peserta didik(what is to
be learned)bukan mengapa itu harus dielajariI (why it hould be learned).
Daftar
Pustaka
Sulityorini,2009,Manajemen
Pendidikan Islam konsep, Strategidan Aplikasi,yogyakarta:Teras.
Mastuhu1999,Memperdaya
Sistem Pendidikan Islam,Jakarta :Logos
Sulityorini,2014Esensi
Manajemen Pendidikan Islam Pengelolahan Lembaga untuk menigkatakan Kualitas
Pendidikan Islami,yogyakarta:Teras
[5] Sulityorini,Manajemen
Pendidikan Islam konsep, Strategidan Aplikasi,(yogyakarta:Teras,2009)hal 37
[6] Sulityorini,Esensi
Manajemen Pendidikan Islam Pengelolahan Lembaga untuk menigkatakan Kualitas Pendidikan
Islami,(yogyakarta:Teras,2014)hal 88
[8] Eliadian, “pengertian manajemen,
kurikulum, manajemen kurikulum, dan konsep manajemen kurikulum,
http://eliadian.blogspot.com, 20:26/02.03.2013.
[5] Sulityorini,Manajemen
Pendidikan Islam konsep, Strategidan Aplikasi,(yogyakarta:Teras,2009)hal 37
[6] Sulityorini,Esensi
Manajemen Pendidikan Islam Pengelolahan Lembaga untuk menigkatakan Kualitas Pendidikan
Islami,(yogyakarta:Teras,2014)hal 88
[8] Eliadian, “pengertian manajemen,
kurikulum, manajemen kurikulum, dan konsep manajemen kurikulum,
http://eliadian.blogspot.com, 20:26/02.03.2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar