Kamis, 11 Mei 2017

manajemen kurikulum terbaru

MAKALAH MANJEMEN KURIKULUM
Konsep Pengembangan Manajemen Kurikulum
Dosen Pembimbing : Drs.Maesaroh,M.A



Disusun oleh:

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
IAINU KEBUMEN
TAHUN AJARAN 2015/2016






KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah – Nya sehingga penulis dapat  melengkapi tugas “MANAJEMEN KURIKULUM”  sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menghantarkan kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini pasti jauh dari kesempurnaan, akan tetapi usaha yang maksimal dan kerja team yang kompak kami lakukan untuk terciptanya hasil yang maksimal. Terimakasih kami sampaikan kepada Drs.Maesaroh.M.A selaku dosen pengampu dan kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasinya  dalam penyusunan makalah ini, semoga ALLAH SWT senantiasa membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada kami. Aamiin.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Kritik dan saran untuk perbaikan makalah yang akan datang selalu kami nantikan, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Kebumen,22 Maret 2017

( Penulis)






Daftar isi






           









PEMBAHASAN

Secara Etimolohis kurikulum berasal dari bahasa yunani,yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat pacu.Jadi istilah kurikulum dalam dunia olah raga,pada zaman romawi kuno di yunani yang mengandung Pengertian suatujarak yang ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari garis start sampai dari garis finish[1].
Pengertian kurikulum secara Tradisional
Kerikulum adalah mata pelajaran yang diajarkan sekolah atau bidang studi.Pengertian ini sejalan dengan pengertian webter’s new word dinoctary yang menyatakan bahwa kurikulum adalah”All The Course Of Study Given In A Education Institution”yang berarti bahwa kurikulum adalah semua bidang studi yang diberikan dalam lembaga pendidikan.
Sedangkan pengertian secara Modern
Kurikulum adalah semua pengalaman actual yang dimiliki siswa di pengaruh sekolah,sementara bidang studi adalah bagian kecil Progaram kurikulum secara keseluruhan.Hal ini juga diperkuat oleh Saylor dan Alexander (1958) bahwa Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah dalam mempengaruhi belajar anak yang berlangsung di dalam kelas,di sekolah ,maupun si luar sekolah ,maupun diluar sekolah.
Namun juga ada pengertian kurikulum masa kini.
Kurikulum merupakan suatu sistem ,Yaitu ada tujuan,isi,evaluasidan sebagainya yang saling terkait.Disamping kurikulum sabagai Giding Intruction ,juga merupakan alat antisipatori,yaitu alat meramalkan masa depan,bukan hanya sebagai reportial ,yaitu sesuatu yang hanya melapaotkan sesuatu kejadian yang telah berjalan.[2]


Kurikulum mempunyai tujuan yaitu
a)      Tujuan ang dicapai sekolah secara menyeluruh, yang berbentuk pengalaman,ketrampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki siswa.
b)      Yujuan yang dicapai dalam setiap bidang studi,Berbentuk pengalaman ,ketrampilan dan sikap yang diharapkan dapat memiliki murid setelah mempelajari bidang studi tersebut.

Dalam kurikulum terdapat suatu standar isi yang harus diterapkan,isi kurikulum(sebgai kurikulum KBK yangberlaku saat ini )berisi:Pencapai target jelas,materi standar ,standar hasil belajar siswa ,dan prosedur pelaksanaan pembelajaran.
Strategi Pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang di tempuh dalam melaksanakan pengajaran ,cara didalam mengadakan penilian ,cara ini dalam ,elaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta cara mengatur kegiatan sekolah menyeluruhan.

Pendidikan adalah sebagaian keperluan manusia.untuk itu sekolahan harus mengetahui perubahan –perubhan dimasyarakat.karena kurikulum itu sebagai konsumsi peserta didik maka harus dinilai terus menerus dan menyeluruh terhadap bahan program pengajaran.Disamping itu penilaian kurikulum dimaksud juga sebagi feed back(umpan balik)terhadap tujuan metode,sarana,dalam rangka membina dan menegembangan kurikulum lanjut.[3]
.



Secara praktis konsep tanggung jawab tentang model dan pradigma pendidikan Islam yang diharapkan menjadi orientasi dan landasan dalam kurikulum lembaga pendidikan Islam,Yaitu:
1.      Dasar pendidikan ;meletakan pondasi yang kuat untuk melakukan perubahan sikap dan karakter atau tingkah laku melalui belajar dan berlatih.
2.      Tujuan pendidikan:sebuah idiologi yang ingin dicapai.tetapi bukan untuk bertujuan mencari finansial,tetapi untuk bertujuan dunia dan akhirat.namun hakekat sebenarnya pendidikan itu untuk memperbaiki hubungan manusia dengan tuhan,hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
3.      Konsep manusia ;pendidikan islam memandang manusia mempunyai fitra yang harus dikembangkan ,tidak seperti pendidikan sekuler yang memandang manusia dengan Tabularasa,nya.

4.       Nilai; Pendidikan Islam berorientasi pada iptek sebagai kebenaran relatif dan imtaq sebagai kebenaran mutlak.Berbeda dengan pendidikan sekuler yang hanya beroreintasi pada iptek.
Imtaq merupakan wahana yang akan mengarahkan dunia pendidikan menuju target yang dituju, yakni menciptakan generasi beriman dan berilmu yang mampu bersaing dan beriman kepada Allah SWT.

5.      Pendekatan dan metodologi
a)      Mengembanagkan potensi anak dan peserta didik dan memenafaatkan kesempatan secara optimal.
b)      Menegembangkan metode rasional ,empiris,bottom up dan “Menjadi”
c)      Materi ajaran (nash)harus diberikan secara dokterin ,dekduktif,top down,dan “memiliki”
d)      Memberikan bekal danlandasan yang kuat sampai dengan tingkat menengah atas yang siap dikembangkan keberbagai keahlian.

6.      Materi ajar;memadukan aspek tradisional dan moderen sesuai dengan sifat ,corak,dan kebutuhan.

7.      Pendidik, memiliki tiga hal:
a)      Memilki komitmen tinggi ,mengabdi ,dan merasakan pendidikan sebagai panggilan tugas.
b)      Profesional lengkap dengan kepekaan misi dan ketajaman visi serta kcanggian metodologi.
c)      Memilki penghasilan cukup agar benar-benar memiliki tanggalan 30 hari dalam sebulan .
d)      Output:hasil dari pendidikan.
Alumninya :
1.      Learning ability lebih lanjut.
2.      Kegemaran belajar
3.      Mampu tampil beda ,baru dan bernilai tambah.
4.      Mampu dan memikirkan perkembangan iptek dalam persepektif imtaq[4].
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan ,karena kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam melaksanakan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan[5].
Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi.
a.       Kurikulum sebagai suatu substansi: Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. kurikulum ini berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat..
b.      Kurikulum sebagai suatu sistem:. kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara me­nyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyem­purnakannya. Hasil dari sistem kurikulum ini adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum ini adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis.
c.       Kurikulum sebagai suatu bidang studi:. bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan, mereka menemukan hal-hal barn yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.[6].

Konsep dasar manajemen kurikulum                                                                                      Kurikulum di sekolah merupakan penentu utama kegiatan sekolah. Segala aktivitas siswa mengacu pada kurikulum yang ada. Berdasarkan hal tersebut kurikulum harus tepat dirumuskan secara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum tersebut  Program pendidikan/ kurikuler tersebut, sekolah/ lembaga pendidikan berusaha mendorong siswa agar berkembang dan tumbuh secara tepat sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Keterlibatan masyarakatpun ikut andil mengambil bagian penting dalam manajemen kurikulum dimaksudkan agar dapat memahami, membantu, dan mengontrol implementasi kurikulum, mendesain kurikulum, menentukan prioritas kurikulum, melaksanakan pembelajaran, menilai kurikulum, mengendalikan serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum, baik kepada masyarakat maupun pemerintah[7].
Kurikulum yang dirumuskan harus sesuai dengan filsafat dan cita-cita bangsa, perkembangan siswa, tuntutan dan kemajuan masyarakat. Pemahaman tentang konsep dasar manajemen kurikulum merupakan hal yang penting bagi para kepala sekolah yang kemudian merupakan modal untuk membuat keputusan dalam implementasi kurikulum yang akan dilakukan oleh guru.[8]
Manajemen Kurikulum membicarakan pengorganisasian sumber-sumber yang ada di sekolah sehingga kegiatan manajemen kurikulum ini dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
Perkembangan kurikulum di Republik Indonesia sampai saat ini telah melahirkan Undang-Undang nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Badan Standar Pendidikan Nasional, disusul dengan Permendiknas 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, kemudian disusul dengan Permendiknas 23 tentang Standar Kompetensi Kelulusan dan Undang-Undang nomor 24 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23.
Pembakuan Undang-Undang dan Permendiknas itu menjadi kekuatan hukum bagi penyelenggara pendidikan untuk menata kurikulum dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sehingga dengan demikian undang-undang dan peraturan menteri pendidikan nasional itu perlu dibaca dan dipahami. 








PENUTUP



Kesimpulan
Konsep Kurikulum sebagai berikut;
1.       Sebagai Sistem adalah ada tujuan ,isi,Evaluasi,dan sebagainya saling terkait.
2.       Sebagai Guidint Intruction adalah ini juga sebagai
*         alat antisipatori:alat yang meramalkan masa depan
*         reportal:sesuatu yang hanya melaporkan suatu kejadia yang telah berjalan.
Jadi kurikulum sesuatu yang sangat menentukan atau sedikit untuk mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi.Oleh karena itu kurikulum menunjukan apa yang harus di pelajarioelh peserta didik(what is to be learned)bukan mengapa itu harus dielajariI (why it hould be learned).















 

Daftar Pustaka


Sulityorini,2009,Manajemen Pendidikan Islam konsep, Strategidan Aplikasi,yogyakarta:Teras.
Mastuhu1999,Memperdaya Sistem Pendidikan Islam,Jakarta :Logos
Sulityorini,2014Esensi Manajemen Pendidikan Islam Pengelolahan Lembaga untuk menigkatakan Kualitas Pendidikan Islami,yogyakarta:Teras



[1] Sulistyorini.Mpd,Manajemen Pendidikan Islam.(Yogyakarta:Sukses Offset ,2009).hal 37
[2]  Sulistyorini.Mpd,Manajemen Pendidikan Islam.(Yogyakarta:Sukses Offset ,2009).hal 38-40

[3] Munarji,ilmu pendidikan islam,(jakarta:PT Bina Ilmu,2004)84-86
[4] Mastuhu,Memperdaya Sistem Pendidikan Islam,(Jakarta :Logos ,1999)19
[5] Sulityorini,Manajemen Pendidikan Islam konsep, Strategidan Aplikasi,(yogyakarta:Teras,2009)hal 37
[6] Sulityorini,Esensi Manajemen Pendidikan Islam Pengelolahan Lembaga untuk menigkatakan Kualitas Pendidikan Islami,(yogyakarta:Teras,2014)hal 88

[7] Rusman, manajemen kurikulum (Jakarta: Rajawali pers, 2009), hlm4.
[8] Eliadian, “pengertian manajemen, kurikulum, manajemen kurikulum, dan konsep manajemen kurikulum, http://eliadian.blogspot.com, 20:26/02.03.2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manajemen sarana dan prasarana

Manajemen sarana dan prasarana 1.        Daftar pembelian perabotan /pengadaan perabotan. NO Tanggal ...