Minggu, 27 Desember 2015

pelajaran mqq tentang macam dan sifatnya huruf



Macam-macam Makhorijul Huruf

 

Tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah (29) itu memang banyak yang berpendapat, namun dari sekian pendapat yang paling banyak diikuti oleh ulama qurro’ dan ahlul ada’ adalah pendapat Syekh Kholil bin Ahmad an-Nahwiy (Guru Imam Sibaweh). Adapun menurut beliau Makhorijul Huruf Hujaiyah itu ada 17 tempat, dan bila diringkas ada 5 tempat, yatu; Al-Jauf (lubang /rongga mulut), Al-Halqu (tenggorokan / kerongkongan), Al-Lisanu (lidah), Asy-Syafatain (dua bibir) dan Al-Khoisyum (janur hidung).

Penjelasan dari masing-masing makhorijul huruf tersebut adalah sebagai berikut :

a. Al-Jauf (الجوف), artinya rongga mulut dan rongga tenggorokan.

Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada rongga mulut dan rongga tenggorokan. Bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan rongga tenggorokan ada tiga macam, yaitu ; alif ( ا ), wawu mati ( وْ ) dan ya’ mati ( يْ ) dengan penjelasan sebagai berikut :

1) Alif dan sebelumnya ada huruf yang difathah Contoh : مَالَا غَوَى

2) Wawu mati dan sebelumnya ada huruf yang didhommah Contoh :قُوْلُوْا

3) Ya’ mati dan sebelumnya ada huruf yang dikasrah Contoh :  حَامِدِيْنَ

b. Al-Halqu (الحلق), artinya tenggorokan / kerongkongan

Yaitu tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak pada kerongkongan / tenggorokan. Dan berdasarkan perbedaan teknis pelafalannya, huruf-huruf halqiyah (huruf-huruf yang keluar dari tenggorokan) dibagi menjadi tiga bagian yaitu ;

1) Aqshal halqiy (pangkal tenggorokan), yaitu huruf hamzah ( ء )dan ha’ ( ه )

2) Wasthul halqiy (pertengahan tenggorokan), yaitu huruf ha’ ( ح ) dan ’ain ( ع )

3) Adnal halqiy (ujung tenggorokan), yaitu huruf ghoin ( غ ) dan kho’ ( خ )

c. Al-Lisan (اللسان), artinya lidah

Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya dari lidah ada 18 huruf, yaitu : Berdasarkan delapan belas huruf itu dapat dikelompokkan menjadi 10 makhraj, yaitu sebagai berikut :

1) Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang, yaitu huruf Qof (ق). Maksudnya bunyi huruf qof ini keluar dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang.

2) Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah, yaitu huruf Kaf (ك). Maksudnya bunyi huruf kaf ini keluar dari pangkal lidah di depan makhraj huruf qof, yang dihimpitkan ke langit-langit bagian mulut bagian tengah.

“Dua huruf tersebut ( ق ) dan ( ك ), lazimnya disebut huruf LAHAWIYAH ( لهويّة ), artinya huruf-huruf sebangsa anak mulut atau sebangsa telak lidah.”

3) Tengah-tengah lidah, yaitu huruf Jim ( ج ), Syin ( ش ) dan Ya’ ( ي ). Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari tengah-tengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya.

“Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf SYAJARIYAH (جريّة ), artinya huruf-huruf sebangsa tengah lidah.”

4) Pangkat tepi lidah, yaitu huruf Dlod ( ض ).

Maksudnya bunyi huruf Dlod ( ض ) keluar dari tepi lidah (boleh tepi lidah kanan atau kiri) hingga sambung dengan makhrojnya huruf lam, serta menepati graham.

“Huruf Dlod ( ض ) ini lazimnya disebut huruf JAMBIYAH (حنبيّة), artinya huruf sebangsa tepi lidah.”

5) Ujung tepi lidah, yaitu huruf Lam (ل).

Maksudnya bunyi huruf Lam (ل) keluar dari tepi lidah (sebelah kiri/kanan) hingga penghabisan ujung lidah, serta menepati dengan langit-langit mulut atas.

6) Ujung lidah, yaitu huruf Nun (ن).

Maksudnya bunyi huruf Nun (ن) keluar dari ujung lidah (setelah makhrojnya Lam (ل), lebih masuk sedikit ke dasar lidah dari pada Lam (ل)), serta menepati dengan langit-langit mulut atas.

7) Ujung lidah tepat, yaitu huruf Ro’ (ر).

Maksudnya bunyi huruf Ro’ (ر) keluar dari ujung lidah tepat (setelah makhrojnya Nun dan lebih masuk ke dasar lidah dari pda Nun), serta menepati dengan langit-langit mulut atas.

“Tiga huruf tersebut di atas (Lam, Nun dan Ro’), lazimnya disebut huruf DZALQIYAH (ذلقية), artinya huruf-huruf sebangsa ujung lidah.”

8). Kulit gusi atas, yaitu Dal (د), Ta’ (ت) dan Tho’ (ط).

Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepat i dengan pangkal dua gigi seri yang atas.

“Tiga huruf tersebut lazimnya disebut NATH’IYAH (نطغية), artinya huruf-huruf sebangsa kulit gusi atas.

9) Runcing lidah, yaitu huruf Shod (ص), Sin (س) dan Za’ (ز).

Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah.

“Tiga huruf tersebut lazimnya disebut huruf ASALIYAH (أسلية), artinya huruf-huruf sebangsa runcing lidah.”

10) Gusi, yaitu huruf Dho’ (ظ), Tsa’ (ث) dan Dzal (ذ).

Maksudnya huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.

“Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf LITSAWIYAH (لثوية), artinyahuruf sebangsa gusi.”

d. Al-Syafatain, artinya dua bibir

Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada kedua bibir.Yang termasuk huruf-huruf syafatain ialah wawu (و), fa’ (ف), mim (م) dan ba’ (ب) dengan perincian sebagai berikut :

1) Fa’ (ف) keluar dari dalamnya bibir yang bawah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.

2) Wawu, Ba, Mim (و , ب , م) keluar dari antara dua bibir (antara bibir atas dan bawah). Hanya saja untuk Wawu bibir membuka, sedangkan untuk Ba dan Mim bibir membungkam.

“Empat huruf tersebut di atas lazimnya disebut huruf SYAFAWIYAH, artinya huruf-huruf sebangsa bibir.”

e. Al-Khaisyum, artinya pangkal hidung

Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada janur hidung. Dan jika kita menutup hidung ketika membunyikan huruf tersebut, maka tidak dapat terdengar. Adapun huruf-hurufnya yaitu huruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Nun bertasydid (نّ)

2) Mim bertasydid (مّ)

3) Nun sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy

4) Mim sukun yang bertemu dengan mim (م) atau ba (ب)

 

Sifat Huruf Terbagi Kepada Dua:

 
A. Sifat yang mempunyai lawan.

B. Sifat yang tidak mempunyai lawan.


Keterangan:

A. Sifat yang mempunyai lawan:
(Ash-Shifatul Mutadhadah- لصِّفَاتُ اْلمُتَضَادَةُ)


Sifat ini disebut juga Sifat Lazimah - ﻻﺯﻣﻪ yaitu: Ciri kekal yang pasti ada pada setiap pengucapan huruf dalam semua keadaan, baik itu pada keadaan berbaris maupun mati.

Terdapat 10 sifat tergolong dalam kategori ini:
 

 الْهَمْسُ ~ Al-Hamsu,  lawan-nya   الْجَهْرُ ~ Al-Jahru

 الشِّدَّةُ ~ Asy-Syiddah, lawan-nya  الرَّخاَوَةُ ~ Ar-Rakhawah
 الاِسْتِعْلاََءُ ~ Al-Isti'la'  lawan-nya الاِسْتِفاَلُ ~ Al-Istifal
 الاِطْباَقُ ~ Al-Itbaq  lawan-nya الاِنْفِتاَحُ ~ Al-Infitah
 الاِذْلاَقُُ ~ Al-Izhlaq  lawan-nya الاِصْماَتُ ~ Al-Ishmat

  Uraian;

 الْهَمْسُ ~ Al-Hamsu, lawan-nya   الْجَهْرُ ~ Al-Jahru


1. الْهَمْسُ ~ Al-Hamsu

Menurut bahasa  adalah: Suara yang disembunyikan/ disamarkan.
Menurut istilah adalah: Keluarnya/berhembusnya nafas ketika mengucapkan huruf.


Terdapat10 huruf yang bersifat Hams.
Dikelompokkan dalam lafadz: فَحَثَّهُُ شَخْصٌ سَكَتَ : [fahatsahu syakhshun sakata:  ف ,ح ث ,ه  ,ش , خ ,ص ,س ,ك ,ت ]

2.  الْجَهْرُ ~ Al-Jahru/Al-Jahr
Menurut bahasa adalah: Jelas, terang dan nyata.

Menurut istilah adalah: Tertahannya nafas ketika mengucapkan huruf.

Huruf-hurufnya ialah 18 huruf, yang berwarna abu-abu;  yaitu ; أ ب ج د ذ ر ز ض ط ظ ع غ ق ل م ن و ي

Al-Hamsu lawan-nya Al-Jahru maksudnya:
 "Bila sifat Al-Hams mengeluarkan nafas bersama pengucapan huruf sebaliknya Al-Jahr menahan nafas,  ketika pengucapan huruf-hurufnya."

 الشِّدَّةُ ~ Asy-Syiddah, lawan-nya  الرَّخاَوَةُ ~ Ar-Rakhawah

3. الشِّدَّةُ ~ Asy-Syiddah 

Menurut bahasa  adalah:  Kuat.

Menurut istilah adalah: Tertahannya suara sejenak di tempat makhroj, kemudian melepaskannya secara tiba-tiba bersama udara.


Terdapat 8 huruf yang bersifat Syiddah
Dikelompokkan dalam lafadz : أَجِدُ قَطٌّ بَكَتْ:  ajidu qattun bakat  yaitu : ء ,ج ,د ,ق , ط ,ب , ك  dan ت

4. الرَّخاَوَةُ~ Ar-Rakhawah

Menurut bahasa adalah:   Lunak atau lemah lembut.

Menurut istilah adalah: Mengeluarkan suara ketika melafadzkan huruf tanpa ada hambatan.

Hurufnya ada 15, yaitu selain huruf  Syiddah dan At-Tawas-suth/Mutawassith , yaitu; ث ح خ ذ ز س ش ص ض ظ ف و ه ي غ

Asy-Syiddah, lawan-nya Ar-Rakhawah maksudnya: "Bila Asy- Syiddah menahan suara sebelum pengucapan huruf, sebaliknya Ar-Rakhawah dengan mengeluarkan suara ketika melafadzkan huruf tanpa ada hambatan."
 
*Antara Asy-Syiddah dan Ar-Rakhawah adalah At-Tawasuth. *
Menurut bahasa adalah:  Pertengahan atau sedang.
Menurut istilah adalah: Pertengahan suara sa'at mengucapkan huruf, yakni antara tertahannya suara seperti dalam huruf-huruf Syiddah dan tidak tertahannya suara seperti dalam huruf-huruf Rakhawah. 


Terdapat 5 huruf yang bersifat At-Tawas-suth.
Dikelompokkan dalam lafadz :  لن عمر : lin 'umara; ل , ن , ع , م  ,ر

 

  الاِسْتِعْلاََءُ ~ Al-Isti'la'  lawan-nya  الاِسْتِفاَلُ ~ Al-Istifal

 


5. الاِسْتِعْلاََءُ ~ Al-Isti'la'
Menurut bahasa adalah: Terangkat.

Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf dengan terangkatnya sebagian besar lidah ke langit-langit.


Hurufnya ada 7.
Dikelompokkan dalam lafadz : خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ:  khush-sha ḍhaghṭin qiz,
yaitu : خ ,ص ,ض ,غ  ,ط  ,ق ,ظ.


6.  الاِسْتِفاَلُ ~ Al-Istifal
Menurut bahasa adalah: Menurun. 
Menurut istilah adalah : Pengucapan huruf disertai dengan menurunkan sebahagian besar lidah ke dasar permukaan mulut.

Hurufnya ada 21 yaitu selain huruf-huruf Isti'la

 Al-Isti'la'  lawan-nya Al-Istifal, maksudnya : "Bila Al-Isti'la' terangkatnya sebagian besar lidah ke langit-langit sebaliknya Al-Istifal menurunkan sebahagian besar lidah ke dasar permukaan mulut."

  الاِطْباَقُ ~ Al-Itbaq  lawan-nya الاِنْفِتاَحُ ~ Al-Infitah

7. الاِطْباَقُ ~ Al-Itbaq
Menurut bahasa adalah:  Menutup.

Menurut istilah : Pengucapan hurufnya, dengan lingkaran sekeliling lidah  menutup ke arah langit-langit.


Hurufnya ada 4.
Dikelompokkan dalam lafadz  صضطظ  yaitu  ص ,ض ,ط , ظ


8. الاِنْفِتاَحُ ~ Al-Infitah
Menurut bahasa adalah: Terpisah.
Menurut istilah adalah: Pengucapan hurufnya, dengan merenggangkan lidah dari langit-langit.

Hurufnya ada 24, semua huruf hijaiyah selain   ص ,ض ,ط , ظ

Al-Itbaq lawan-nya Al-Infitah maksudnya: "Bila Al-Itbaq, lingkaran sekeliling lidah menutup ke arah langit-langit sebaliknya Al-Infitah meregangkan lidah dari langit-langit

  الاِذْلاَقُُ ~ Al-Izhlaq  lawan-nya الاِصْماَتُ ~ Al-Ishmat

 

9. الاِذْلاَقُُ ~ Al-Izhlaq
Menurut bahasa adalah: Bagian lancip lidah.

Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf  dengan ringan dan cepat, karena makhrojnya di ujung lidah dan sebagian lagi keluar dari dua bibir.


Hurufnya ada 6. 

Dikelompokkan dalam lafadz  فِرَّ مِنْ لُبٌّ: firra min lubbin yaitu ; ف رم ن ل ب

10. الاِصْماَتُ ~ Al-Ishmat

Menurut bahasa adalah:  Tercegah.
Menurut istilah adalah: Pengucapan hurufnya  agak berat dan tidak dapat dilafadzkan dengan cepat, karena makhrojnya jauh dari ujung lidah.

Hurufnya ada 22, yaitu selain huruf Idzlaq.

Al-Izhlaq  lawan-nya Al-Ishmat makskudnya: "Bila Al-Izhlaq pengucapan huruf  dengan ringan dan cepat, sebaiknya Al-Ishmat pengucapan hurufnya  agak berat dan tidak dapat dilafadzkan dengan cepat karena makhrojnya jauh dari ujung lidah."

B. Sifat yang tidak mempunyai lawan.

Sifat ini disebut juga dengan Ash-Shifatul Ghairu Mutadhadah - الصِّفَاتُ غَيرُ اْلمُتَضَادَةُ atau Sifat ‘Aridhah - ﻋﺎﺭﻀﻪ


Ash-Shifatul Ghairu Mutadhadah atau sifat 'Aridhah yaitu: Ciri yang berubah-ubah bagi suatu huruf, seperti tarqiq (tipis), tafkhim (tebal), ghunnah (dengung), idgham (meleburkan huruf), atau ikhfa' (menyamarkan huruf)’, panjang atau pendek dan seumpamanya.


Terdapat 7 sifat tergolong dalam kategori ini:


1. Safir (ﺻﻔﺮ)

2. Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ)
3. Lin (ﻟﻴﻦ)
4. Inhiraf (ﺇﻧﺤﺮﺍﻑ)
5. Takrir(ﺗﻜﺮﻳﺮ )
6. Tafasysyi (ﺗﻔﺸﻰ )
7. Istitolah (ﺇﺳﺘﻂﺎﻟﻪ )

 

Uraian: :

 1. Safir (ﺻﻔﺮ ) 

Menurut bahasa adalah: Suara yang menyerupai suara unggas/burung.
Menurut istilah adalah: Suara tambahan yang keluar dengan kuat diantara ujung lidah dan gigi seri.

Hurufnya ada 3, yaitu : shād (ص), zāy (ز ), dan sīn (س)
Bunyi desiran yang berlaku pada huruf sād paling kuat dibanding zāy dan berikutnya.

Perbedaan sifat Safir dengan Hams adalah: desiran nafas yang lebih kuat dibanding dengan Hams yang sekadar membunyikan hurufnya dengan hembusan nafas yang lebih ringan.
 

2. Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) - memantul
.
Menurut bahasa adalah: Bergetar
Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf sukun (mati) yang disertai getaran (pantulan) suara pada makhrojnya sehingga terdengar suara yang kuat.

Huruf qalqalah ada lima
Dikelompokkan dalam lafaz قُطْبُ جَدٍّ  qutubujaddin: ق ,ط  ,ب ,ج  ,د

 Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:

a. Qalqalah kecil (shugra) yaitu: apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.

Contoh:  ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ ,ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ

b. Qalqalah besar(kubra) yaitu: apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.

Contoh:  ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ ,ﻋَﻟَﻖٍ 

Huruf ﻁ , ﻕ  pantulannya mendekati suara o.
Sedangkan untuk huruf lainnya terdengar mendekati lafazh e.
Harus kelihatan lebih jelas dan kuat ketika waqaf pada huruf yang bertasydid, seperti; وَتَبَّ ,اَلْحَجّ ,اَلْحَقَّ

Cara Membaca Qolqolah:
Berikut ini adalah panduan ketukan ketika membaca
Qolqolah. Perhatikan contoh berikut


Pada contoh di atas, suara qolqolah terjadi di tiga tempat, yaitu pada ketukan ke-4, ke-6 dan ketukan ke-9. Cara membacanya berdasarkan alur ketukan adalah sebagai berikut:

Ketukan ke-3 berbunyi “jud”. Tahan lidah pada posisi huruf “d” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-4, saat keluar bunyi “de”. Penahanan lidah pada ketukan ke-3 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

Ketukan ke-5 berbunyi “waq”. Tahan lidah pada posisi huruf “q” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-6, saat keluar bunyi “qo”. Penahanan lidah pada ketukan ke-5 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

Ketukan ke-8 berbunyi “rib”. Tahan bibir pada posisi huruf “b” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-9, saat keluar bunyi “be”. Penahanan bibir pada ketukan ke-8 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali. Agar lebih lengkap, perhatikan juga contoh berikut ini:

Pada contoh di atas, bunyi qolqolah terjadi 2 kali, yaitu pada ketukan ke-2 dan ketukan ke-7. Cara membacanya adalah:

Ketukan ke-1 berbunyi “math”. Tahan lidah pada posisi huruf “th” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-2, saat keluar bunyi “tho”. Penahanan lidah pada ketukan ke-1 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

Ketukan ke-6 berbunyi “faj”. Tahan lidah pada posisi huruf “j” (jangan dilepaskan) hingga ketukan ke-7, saat keluar bunyi “je”. Penahanan lidah pada ketukan ke-6 bertujuan agar tidak muncul bunyi qolqolah 2 kali.

 

3.Lin (ﻟﻴﻦ ) - lembut

Menurut bahasa adalah: Lembut dan Mudah.
Menurut istilah: Mengeluarkan huruf dari mulut tanpa memberatkan lisan.

Hurufnya ada 2, yaitu waw و dan yā' ي

Pembunyian dengan sifat lin hanya berlaku apabila huruf itu mati, dan sebelumnya ada huruf berbaris atas.

Contohnya; خَوْف dan بَيْت

4. Inhiraf (ﺇﻧﺤﺮﺍﻑ) - miring

Menurut bahasa: Condong atau miring.
Menurut istilah adalah: huruf yang pengucapannya miring setelah keluar dari ujung lidah.

Hurufnya ada 2, lam (ل) dan ra' (ر )
Ra' (ر) miring bagian punggung lidah dan Lam (ل) miring bagian permukaan lidah

5. Takrir (ﺗﻜﺮﻳﺮ) - berulang

Menurut bahasa adalah: Mengulangi
Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf yang disertai bergetar secara berulang pada ujung lidah

Hurufnya 1 sahaja, yaitu ro' (ر).

Walau bagaimanapun, getaran yang dibenarkan adalah sekali saja, lebih-lebih lagi pada keadaan tasydid.

6. Tafasysyi (ﺗﻔﺸﻰ ) - menyebar

Menurut bahasa adalah: Menyebar dan meluas.
Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf disertai menyebarnya angin di dalam mulut

Hurufnya 1 saja, yaitu syin (ش)

7. Istithollah (ﺇﺳﺘﻂﺎﻟﻪ) - memanjang

Menurut bahasa adalah: Memanjang
Menurut istilah adalah: Pengucapan huruf yang disertai memanjangnya suara dari awal sisi lidah sampai ujungnya, di sebelah kiri atau kanan lidah.

Hurufnya 1 saja, yaitu ḍhad (ض).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manajemen sarana dan prasarana

Manajemen sarana dan prasarana 1.        Daftar pembelian perabotan /pengadaan perabotan. NO Tanggal ...